Secara tradisi negara Swedia adalah negara Kristen, namun saat ini telah terjadi kelesuan pertumbuhan rohani serta terjebak dalam kemakmuran yang memprioritaskan aktivitas sekuler. PRII Stockholm rindu untuk menjadi wadah bagi para hamba Tuhan untuk boleh dengan berani mengajarkan teologi Reformed dan menggembalakan kaum pilihan-Nya. Kami juga memiliki misi agar PRII Stockholm menjadi wadah bersekutu dan pembinaan iman bagi pelajar yang studi untuk sementara waktu maupun orang-orang yang menetap dan bekerja.

Panggilan hamba Tuhan dan pengurus awal

Awal mula

PRII Stockholm dimulai pada tahun 2006 oleh Pdt. Hendra Wijaya yang pada saat itu sedang berada di Helsinki, Finlandia dan diutus untuk melayani di berbagai cabang di Jerman, seperti Berlin, Hamburg, dan Munich. Jemaat mula-mula mayoritas adalah kaum ibu-ibu (berkisar sekitar 6 – 7 orang) dari berbagai denominasi yang rindu untuk memiliki persekutuan berbahasa Indonesia. Pdt. Hendra berkunjung satu kali setiap bulan mengajarkan firman Tuhan berdoktrinkan Reformed kepada jemaat di Stockholm. Persekutuan diadakan secara bergilir ke rumah-rumah jemaat yang membukakan pintunya untuk jemaat bisa bersekutu bersama.

Kegiatan rutin

Pada tahun 2007, Pdt. Billy Kristanto meneruskan pelayanan penggembalaan jemaat Eropa ketika Pdt. Hendra Wijaya kembali ke Singapura. Dengan dorongan hamba Tuhan untuk lebih sering mengadakan persekutuan dan dikarenakan keterbatasan tempat di rumah-rumah jemaat, di tahun 2011, PRII Stockholm menyewa tempat di gereja Kista / Akalla untuk mengadakan persekutuan dan dikombinasikan dengan persekutuan rumah tangga. Pada awalnya persekutuan diadakan satu kali setiap bulan dan kemudian frekuensi ditingkatkan menjadi dua kali setiap bulan. Dan sejak tahun 2018 persekutuan diadakan rutin seminggu satu kali pada hari Jumat malam atau Sabtu pagi. Selain persekutuan mingguan, momen-momen besar seperti Natal selalu menjadi kesempatan yang dipakai untuk mengundang teman-teman baik dari Indonesia maupun dari luar Indonesia untuk mendengarkan Injil.

Pelayanan PRII sekarang bagi mahasiswa dan pekerja dari Indonesia?

“Perintisan PRII Stockholm dan pergumulannya sepanjang 13 tahun tidaklah mudah. Jumlah jemaat sangat sedikit, jemaat datang dan pergi, dan ada pula yang harus kembali ke Indonesia atapun pindah ke tempat lain. Namun Tuhan menggerakkan hati dari beberapa pengurus untuk taat dan berani mengambil komitmen lebih dalam pelayanan. PRII Stockholm akhirnya membulatkan hati untuk mengambil langkah iman dan memulai ibadah Minggu, Sekolah Minggu dan Persekutuan Doa.”

Rasa gentar selalu meliputi hati kami yang terus bergumul memikirkan masa depan persekutuan, “Mampukah kami terus bertekun?”, “Akankah ada jemaat yang dengan setia hadir?”, “Bagaimana dengan kebutuhan yang besar baik secara praktis dan kebutuhan keuangan?”, “Kemanakah pimpinan Tuhan dalam gerakan ini?”. Tantangan datang dari dalam, di mana pengurus belum dengan sehati melihat visi serta menggarap misi ke depan PRII Stockholm. Tantangan juga datang dari jemaat yang lebih senang berkumpul untuk bercengkrama daripada belajar Firman Tuhan. Pergumulan mengenai keberadaan PRII Stockholm sangat aktual, beberapa bahkan menyarankan agar PRII Stockholm ditutup saja. Puji syukur hanya bagi Tuhan saja yang telah berkenan memelihara iman kami. Sebagian dari kami diajar untuk taat dan bertekun dalam menanti waktu Tuhan. Kami yang bertahan diberi kesempatan untuk melihat bagaimana Tuhan sedang menampi umat pilihan-Nya untuk dipakai melakukan pekerjaan khusus ini.

Pada tahun 2018, Tuhan berkenan mendatangkan berapa orang yang mengerti gerakan Reformed untuk bekerja di Stockholm. Tuhan juga menggerakkan hati dari beberapa pengurus untuk taat dan berani mengambil komitmen lebih dalam pelayanan. PRII Stockholm akhirnya membulatkan hati untuk mengambil langkah iman dan memulai ibadah Minggu, Sekolah Minggu dan Persekutuan Doa. Ibadah perdana PRII Stockholm dimulai di Minggu pertama tahun 2019, tepatnya pada tanggal 6 Januari 2019. Saat ini PRII Stockholm belum memiliki tempat ibadah yang tetap dan jumlah kehadiran rata-rata berkisar sekitar 15 orang dewasa dan 5 orang anak. Jumlah orang Indonesia yang pernah dibina di PRII Stockholm mencapai lebih dari 150 orang.

Secara tradisi negara Swedia adalah negara Kristen, namun saat ini telah banyak berkompromi dalam pengajaran, mengakui perkawinan sejenis, tidak menegur dosa dan terjadi kelesuan pertumbuhan rohani serta terjebak dalam kemakmuran yang memprioritaskan aktivitas sekuler. PRII Stockholm rindu untuk menjadi wadah bagi para hamba Tuhan untuk boleh dengan berani mengajarkan teologi Reformed dan menggembalakan kaum pilihan-Nya. Kami juga memiliki misi agar PRII Stockholm menjadi wadah bersekutu dan pembinaan iman bagi pelajar yang studi untuk sementara waktu maupun orang-orang yang menetap dan bekerja. Kiranya dengan pertolongan Tuhan kami diperlengkapi untuk menjangkau masyarakat Swedia lebih luas lagi. Pekerjaan masih panjang dan penuh tantangan, namun kami beriman Tuhan yang telah memimpin dan mencukupkan sampai hari ini, kami yakin bahwa Ia juga akan terus menopang kami untuk memberitakan Injil Kristus. Amin.